rs soewandhi
RS Soewandhi: Arsitek Pionir Pembentuk Modernitas Indonesia
Roosseno Soewandhi, sering disebut sebagai RS Soewandhi, berdiri sebagai tokoh penting dalam sejarah arsitektur Indonesia. Karirnya, mulai dari akhir masa kolonial hingga tahun-tahun pembentukan bangsa hingga rezim Orde Baru, menjadi saksi dan kontribusi aktif terhadap evolusi arsitektur Indonesia. Karya Soewandhi dicirikan oleh perpaduan yang terampil antara prinsip-prinsip arsitektur modern, kepekaan regional, dan respons pragmatis terhadap konteks sosial-ekonomi Indonesia. Memahami kontribusinya memerlukan eksplorasi pendidikan, filosofi desain, proyek-proyek utama, dan pengaruhnya yang abadi.
Kehidupan Awal dan Pendidikan: Landasan Visi
Lahir di Surabaya, Jawa Timur, kehidupan awal Soewandhi dibentuk oleh perubahan lanskap politik di Hindia Belanda. Ia melanjutkan studi arsitektur di Technische Hoogeschool te Bandoeng (THB), sekarang Institut Teknologi Bandung (ITB). Lembaga yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda ini berperan penting dalam mendidik generasi pertama arsitek Indonesia. Belajar di bawah bimbingan arsitek terkemuka Eropa seperti Henri Maclaine Pont dan Thomas Karsten, Soewandhi mengenal prinsip-prinsip arsitektur modern, khususnya Nieuwe Zakelijkheid (Objektivitas Baru) Belanda dan pengaruh Mazhab Amsterdam.
Maclaine Pont, yang dikenal karena penekanannya pada regionalisme dan kepekaan budaya, menanamkan apresiasi pada Soewandhi terhadap arsitektur tradisional Jawa. Karsten, seorang perencana kota dan arsitek, memperjuangkan integrasi perencanaan kota modern dengan nilai-nilai budaya lokal. Pengaruh-pengaruh ini bersifat formatif, membentuk pendekatan Soewandhi terhadap desain yang berupaya mendamaikan modernitas dengan identitas Indonesia.
Pendidikannya di THB memberinya landasan teknis yang ketat. Ia menguasai penyusunan, prinsip-prinsip teknik struktur, dan penerapan bahan bangunan baru seperti beton bertulang. Keahlian teknis ini, dipadukan dengan pemahamannya tentang sejarah dan teori arsitektur, memungkinkannya menghadapi tantangan desain dengan kreativitas dan kepraktisan.
Filosofi Desain: Menjembatani Modernitas dan Tradisi
Filosofi desain Soewandhi dapat diringkas sebagai upaya sadar untuk menciptakan arsitektur modern Indonesia yang fungsional dan relevan secara budaya. Ia menghindari peniruan langsung terhadap gaya Barat, dan malah berusaha menyesuaikan prinsip-prinsip arsitektur modern dengan iklim, material, dan konteks budaya Indonesia. Pendekatan ini terlihat jelas dalam penggunaan ventilasi alami, perangkat peneduh, dan bahan-bahan yang bersumber secara lokal.
Ia percaya bahwa arsitektur harus melayani kebutuhan masyarakat dan berkontribusi pada pembangunan bangsa. Desainnya sering kali memasukkan unsur arsitektur tradisional Jawa, seperti atap bernada, halaman terbuka, serta penggunaan kayu dan bambu. Namun, dia tidak sekadar meniru elemen-elemen ini; dia menafsirkannya kembali dalam konteks modern, menciptakan kosakata arsitektur yang unik.
Komitmennya terhadap tanggung jawab sosial tercermin dalam karyanya pada proyek perumahan dan gedung-gedung publik. Ia percaya bahwa arsitektur harus dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, tidak hanya kalangan elit. Ia berupaya menciptakan desain yang terjangkau dan fungsional yang akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat awam Indonesia.
Proyek Utama: Manifestasi Etos Desain
Portofolio Soewandhi mencakup beragam proyek, termasuk bangunan tempat tinggal, bangunan komersial, dan lembaga publik. Beberapa proyek penting menunjukkan filosofi desainnya dan menunjukkan kontribusinya terhadap arsitektur Indonesia.
-
Bank Indonesia (BI) Surabaya Branch (1955): Bangunan ini merupakan contoh utama kemampuan Soewandhi dalam memadukan arsitektur modern dengan pengaruh daerah. Fasad bangunan menampilkan serangkaian sirip beton vertikal yang memberikan peneduh dan menciptakan efek visual yang dinamis. Penggunaan material lokal seperti jati jawa menambah sentuhan karakter Indonesia. Tata letak bangunan diatur mengelilingi halaman tengah, memberikan cahaya alami dan ventilasi.
-
Gedung Setan (Devil’s Building), Malang (1950s): Meskipun namanya tidak biasa, gedung ini, awalnya dirancang untuk pabrik gula Belanda, menampilkan kepekaan modernis Soewandhi. Desain bangunan yang kokoh dan fungsional serta penggunaan beton bertulang menunjukkan penguasaannya terhadap teknik bangunan modern. Moniker bangunan ini kemungkinan besar muncul karena kesannya yang kaku dan modern, kontras dengan arsitektur yang lebih tradisional pada masa itu.
-
Berbagai Proyek Perumahan: Soewandhi sangat terlibat dalam merancang perumahan yang terjangkau bagi populasi perkotaan yang terus bertambah. Proyek-proyek ini sering kali menggabungkan solusi desain inovatif untuk mengatasi tantangan keterbatasan ruang dan sumber daya. Ia mengeksplorasi penggunaan komponen bangunan prefabrikasi dan desain modular untuk mengurangi biaya konstruksi dan mempercepat proses pembangunan. Desain perumahannya menekankan fungsionalitas, ventilasi alami, dan penciptaan ruang komunal.
-
Berbagai Gedung Institusi : Selain perumahan, Soewandhi merancang beberapa gedung pendidikan dan pemerintahan, yang masing-masing mencerminkan komitmennya untuk menciptakan ruang yang fungsional dan estetis. Bangunan-bangunan ini menunjukkan kemampuannya untuk menyesuaikan pendekatan desainnya dengan kebutuhan spesifik setiap proyek, sambil mempertahankan konsistensi modernisme dan kepekaan regional.
Pengaruh dan Warisan: Membentuk Generasi Masa Depan
Pengaruh RS Soewandhi terhadap arsitektur Indonesia tidak hanya terbatas pada karya-karyanya saja. Ia memainkan peran penting dalam membentuk profesi arsitektur di Indonesia melalui pengajaran dan bimbingannya. Ia menjabat sebagai profesor di ITB, tempat ia melatih generasi arsitek Indonesia. Murid-muridnya kemudian menjadi tokoh terkemuka di bidangnya, meneruskan warisan desain modern dan peka budaya.
Penekanannya pada regionalisme dan integrasi elemen tradisional ke dalam arsitektur modern membantu mendefinisikan identitas arsitektur Indonesia yang berbeda. Ia menunjukkan bahwa menciptakan bangunan modern yang fungsional dan menghormati budaya lokal adalah hal yang mungkin dilakukan. Pendekatan ini telah menginspirasi banyak arsitek di Indonesia dan sekitarnya.
Karya Soewandhi juga berkontribusi terhadap perkembangan teknik konstruksi Indonesia. Ia bereksperimen dengan material dan metode baru, mendorong batas-batas yang mungkin ada dalam arsitektur Indonesia. Penggunaan beton bertulang dan komponen bangunan prefabrikasi yang inovatif membantu memodernisasi industri konstruksi di Indonesia.
Warisannya bukan hanya tentang bangunan tertentu, tetapi tentang filosofi desain yang mengutamakan fungsionalitas, relevansi budaya, dan tanggung jawab sosial. Ia menunjukkan bahwa arsitektur dapat menjadi kekuatan yang kuat untuk perubahan positif, berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat yang lebih adil dan merata. Karyanya terus menginspirasi para arsitek saat ini, mengingatkan mereka akan pentingnya memahami konteks di mana mereka merancang dan tanggung jawab yang mereka miliki untuk menciptakan bangunan yang melayani kebutuhan masyarakat. RS Soewandhi tetap menjadi tokoh penting dalam memahami evolusi arsitektur modern Indonesia dan dialog berkelanjutannya dengan tradisi. Kontribusinya terus bergema di lingkungan binaan Indonesia dan di benak para arsitek yang berupaya menciptakan desain yang bermakna dan responsif terhadap budaya.

